Mencoba kuat,,,

8:29 PM Posted In Edit This 0 Comments »



Kenapa ini, kenapa rasanya sakit sekali? dan terlalu sepi disini, sampai rasanya ingin menangis,,,

Aku ingin,,,

10:59 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Setiap orang melihatku sebagai cewek yang kuat, selalu tertawa dan cerewet, siapa yang tahu kalau aku begitu rapuh di dalam. Dengan semua cobaan yang silih berganti ini, aku ragu, akankah aku kuat?

Aku ingin semuanya cepat berlalu, aku ingin segalanya lebih baik, tpi kapan? aku pun nggak tahu,,,

Hidup dan Mati Manusia adalah Rencana Tuhan

6:26 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Tuhan punya rencana yang terbaik untuk umat umatnya dan kita nggak bisa melakukan apapun atau memohon apapun kalo itu sudah merupakan kehendakNya. Begitu juga dengan aku. Kalo suatu hari nanti aku harus pergi dan nggak bisa bersama-sama orang orang yang kukasihi, aku yakin itu sudah rencana Tuhan. Aku siap. Dan aku ingin semua orang yang aku kasihi tahu, bahwa aku sangat mencintai mereka. dan aku mohon maaf atas segala kesalahanku.

Van Lith, Sebuah Awal Pendewasaan Diri dan Langkah Awal Sebuah Perjalanan Panjang Menuju Masa Depan

8:53 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Van Lith?
Kata itu sering kudengar waktu teman-teman baruku bertanya, "Kamu dari SMA mana?", atau "Kamu sekarang sekolah dimana?". Tak jarang aku menemui keheranan di wajah mereka. Aku tahu, banyak yang bertanya-tanya "Apa itu Van Lith?"

Kalau kujelaskan, Van Lith itu sekolah berasrama di Muntilan, pasti mereka bertanya, "Hah? Asrama? Sekolah yang suster nya kejam-kejam itu ya?" atau "Ya ampun, ketat banget ya di sana? Pasti anaknya cupu-cupu"

Nggak, kami nggak cupu, di sana kami belajar untuk hidup, bukan hidup untuk belajar. Aku mendapatkan semua pelajaran berharga yang mungkin nggak bisa aku dapetin di tempat lain. Kami nggak hanya belajar Math, Bahasa Indonesia, Sejarah, tapi kami juga belajar menghargai, mandiri, dan bersosialisasi.

Awal masuk kelas 1 bener2 awal yang buruk untuk ku, karena aku nggak suka dengan lingkunganku. Aku susah menyesuaikan diri. Aku ga biasa berbagi. Aku nggak biasa berbagi makanan. Aku nggak biasa meminjamkan bajuku ke orang lain. Aku nggak biasa berbagi kamar, kamar mandi, ruang belajar. Di rumahku selalu ada makanan berlimpah, di sini makanan di jatah untuk 20 orang. Bikin mie instan jadi pilihan di malam hari.

Aku menyadari di sini lah rumahku sekarang, dengan saudara-saudara ku. Van Lith akan jadi bagian dari hidupku. Aku akan punya banyak pengalaman untuk hidupku kelak. Di kota yang sangat dingin dan gak ada mall, aku memulai langkah awal.

Van Lith penuh sejuta warna, sejuta cerita, sejuta makna, sejuta air mata, dan sejuta senyum. Berbagai pendatang dari seluruh pelosok Indonesia ada di sini. Ada Gloria dan Ishak dari Papua, Dion dari Kalimantan, Charles dari Lampung, Laura dari Semarang, Clara dari Surabaya, Vania dari Jakarta, Siska Indra dari Jogja, Elin dari Madura. Semua berkumpul.

Kami coba membuang batasan2 yang membuat kami berbeda. Nggak ada kata Cina, Jawa, Batak, Ambon dan sebagainya. Yang aku tahu kami Indonesia.

To be continued,,,

cider

9:18 AM Posted In Edit This 2 Comments »
FERMENTASI FERMENTASI melanie87

Kejujuran,,,

11:56 PM Posted In Edit This 0 Comments »
Malem ini, gw iseng-iseng mindah2in channel TV dan gw nemuin film yang lumayan bermakna di HBO Signature, gw ga tau judul filmnya, tapi film itu cukup menginspirasi gw,,,

Film ini bercerita tentang kompetisi antar sekolah dalam berbagai bidang akademis. Tim sekolah Whitney Young (WY) berhasil memenangkan kompetisi selama 9 kali berturut-turut dan bila mereka berhasil lagi tahun ini, ini akan jadi kemenangan mereka yang ke 10. WY telah merebut semua medali emas dan menempati peringkat pertama dalam seleksi wilayah. Tim lain, Steinmetz (SM) hanya meraih juara 5 dengan selisih skor 12.000.
Tim SM lemah, satu2 nya cara yang bisa mereka temukan adalah mencuri soal2 itu. Persoalan ga semudah itu, guru pembimbing mereka, Mr Plecki menghadapi dilema. Voting dilakukan, apakah soal2 curian itu akan digunakan atau tidak. Kecurangan menang, semua setuju. Mr Plecki membagi2 bagian soal untuk dikerjakan tiap anak.
Semalaman mereka menghafal jawaban, ada yang punya akal, jawaban2 itu diprogram di kalkulator (seperti yang sering kita lakukan, kawan). Mereka berhasil, menang dalam semua bidang, dengan nilai sempurna untuk setiap peserta dari SM.
Tak lama kemudian, kecurigaan muncul, kemenangan mereka dipertanyakan. Dewan lomba meminta kompetisi ulang untuk SM. Mereka tidak mau memenuhi, karena itu berarti membenarkan tuduhan media. Pembelaan masyarakat mulai berdatangan untuk SM, mereka seperti akan menang dan maju ke tingkat nasional.
Tapi, tak semudah itu, seorang siswa SM, Irwin Flickas, merasa dendam karena tak diijinkan mengikuti kompetisi daerah, padahal dia yang mencuri soal2nya. irwin menghubungi media untuk memberitahukan kecurangan mereka.
Mereka kompak, melindungi satu sama lain sampai ketika seorang dari mereka diberi pendekatan psikologis, dy mengaku Mr Plecki adalah dalang dari semua itu,,,

a unique english teacher,,,wkwkwk,,

10:23 PM Posted In Edit This 1 Comment »

Thursday, February 8, 2007 was my sucks day. I had 2 exam that day, biology and chemistry, so I went to school early to study and book the best seat in my class. No longer, I heard VLODZ (the nerd radio station in my school) played a songs so loudly (it beats my heart). That songs is very bothered me and my other friends. I lost my concentration and i felt so annoyed. Then, my friend and I came to VLODZ room and said, "Can you decrease the volume??!!". Fortunately, the headbone operator could understand me.
That was just a little annoyin' thing if I compared it with what happened in my English class. We got some presentation from some groups. The presentation had already been begun when my friend can't explain what he had written, so my english teacher asked him and his group to complete their work outside.
Then, she asked another group to start another presentation. I knew exactly that the presentation had not been begun, coz the group had not been already yet, so I talked to my friends to discuss my group's presentation, just in case I get my turn that day. Suddenly, my unbeatable-perfect-english-teacher shouted, "Hey, pay attention to your friends, Lia, if you don't want to listen to the next presentation, you can go outside!"
I would have stood up and when outside and fortunately, my friend, Asti, calm me down. And you know? Guess what? THE PERFECT PERSON IN THE WORLD had been joking with my friends and the next presentator just stood up and 'berhahahihi' (I don't know what I called it in English) like foolish people, huhhh!!!

My question is, how can my English teacher said like that to me but she did the same thing even useless thing. She always act like she knows everything and she's always correct and she's professional. You know? If you want to know what she is like, she seems almost like 'Miranda Priestly' on 'The Devil Wears Prada'. She never take a respect to people who did a good work, but always complain if we we did a little fault. Almost? Yeah, because Miranda is still have a feel although she act like a devil. huh,,,,a unique teacher,,,

Kematian,,,

9:55 PM Posted In Edit This 3 Comments »

Kematian,,

Aku sangat takut akan datangnya kematian,,bukan kematianku melainkan kematian kedua orang tuaku,,

Aku sering berpikir dan merenung bagaimana hal itu terjadi dan setiap kali aku merenung, aku nggak sanggup membayangkan bagimana hal itu akan terjadi. Aku nggak akan sanggup menerima kabar itu. Aku nggak sanggup membayangkan bila suatu hari hal itu terjadi,,,dan aku nggak tahu bagaimana reaksiku nanti. Aku nggak tahu apakah kehidupanku akan berjalan seperti biasa tanpa orang tuaku. Aku akan sendiri, tanpa siapapun,,,

Aku tahu kalau hal itu akan terjAdi kecuali aku yang meninggalkan mereka terlebih dahulu. Tetapi aku nggak mau membuat kedua orang tuaku sedih kalau hal itu terjadi.

Aku nggak mau berpisah dari mereka,,,aku bener2 takut mereka akan meninggalkanku disaat aku belum mengenal dunia ini. Aku takut nggak punya tempat berpijak dan bersandar,,,

Yesus yang baik, tolonglah aku. Jangan biarkan aku sendiri sampai aku benar-benar siap,,,

R-A-Z-I-A,,,

10:27 AM Posted In Edit This 0 Comments »

Tau ga, friends, yang namanya kata razia tuh populer banged di skul saya. Maklum, kan sekolah berasrama yang ngajarin "kedisiplinan" dan "kesederhanaan"...hehehe... ngerti kan maksud saya... Yang nge-razia bukan pendamping tapi murid2 yg dipilih dan "dipercaya". Yang dirazia di skul tuh biasanya HaPe, MP3, Walkman, buku bokeph, n so n so.....

Nah ini sih pinternya anak2 aja buat ngumpetin barang2 "keramat"...Kemaren pas diumumin nama2 yg dipanggil, kita2 langsung ngeh kalo hari itu razia, eh saya liat, temen saya, Sita ama Theo udah lari2 mau ke Asrama Putra buat ngumpetin tuh "jimat". Kebetulan waktu itu, saya ama beberapa anak lg ada tugas di perpus, coz yang lain remidi fisika...

Eh, yg ngerazia tempat saya anak kelas X n XI, terang aja mereka dikerjain, diusir2, dikatain n so n so.....

abis itu ganti pelajaran TIK, kita2 lagi presentasi website yang udh kita bikin, tiba2 pintu diketuk, n ada yg mau manggil ank2 Aspa buad dirazia, terang aja saya ngomel2, "Huey, ganggu konsentrasi tau gag seh..!!!" Terang aja sekelas pada ketawa, termasuk guru TIK saya....

Eh, lagi2 gangguan dateng, 2 orang temen saya yang sangat "cantik dan menyenangkan" minta kunci lemari saya (yang emang udah gue umpetin..huahaha...),saya bilang aja kalo ada di atas lemari....balik dah mereka...

Ga lama, 2 temen saya yg laen, yg bener baek dan menyenangkan dateng n minta kunci, sebenernya sih saya gag tega, tapi apa daya ini razia terakhir jadi yah saya puas-puasin ngerjain....saya bilang kunci lemari ada di dalem kotak pink di loker....balik juga dah mereka...

akhirnya, pas pelajaran bhs. inggris, salah satu temenku yg "cantik dan menyenangkan" tadi dan adek kelas dateng lagi, kukasih deeee kuncinya coz aku g tega mereka udah bolak balik kayak servant gituuu.....kata Cornel, muka mereka udah kayak baju gag diseterika 5 taon...huahahahaha.....................

What is Van LitH??!!

10:25 AM Posted In Edit This 0 Comments »

I never imagine of it. That I will live in dormitory was just my dream. I don't know where the idea to get here comes from. That time,I just thought that live in dormitory will be wonderful,coz I just had been finished my third Harry Potter Book. I imagine that my life will be like Darell Rivers on Malory Towers series or like Isabel and Patricia O'Sullivan on Living in St.Clare edition or Elizabeth Allen on The Naughty Girl series which my aunt loved to buy them then gave it tome.But,now I understand that was just a way to make me want to live in dormitory school.

And you know friends? one reason I tried this dormitory school was because I want to feel how it is like if I stay far from my parents. I want to be free,so I agree to go here.

I also tried Loyola College to see my skill.The result is, I was accepted in both VL and LC. My parents asked me 'bout my choice, but becoz I was so arrogant to take my statement 'that I choose VL' back, I said," I choose VL."

Now,this is my last year here.I hope God help me in my last 4 months to pass everything, exam or trials from anyone who feel jealous with what I get. I hope they know what we called faith and thet everyone's life had been being managed by Our Lovely Father.It was Just My Luck if I got everything best.


This is what real friend do

10:23 AM Posted In Edit This 0 Comments »
Pals, aku punya dua temen deket di kelas, satu cewe dan satu cowo. Temen buat berbagi gosip ataupun temen duduk pas pelajaran. Kebetulan, kursi di sekolah aku ngelingker dan kita bisa selalu duduk deketan.

Waktu itu, jam sebelum pengayaan, aku nemuin pendamping karya tulis aku buat minta bikin percobaan. Aku harus bikin percobaan hari itu juga, coz, waktu udah mepet banget. Pendamping aku juga maunya hari itu, dy juga gag punya waktu lagi. Tapi, ternyata aquades yang mau buat penelitian habis, dan aku disuruh cari sendiri.

Aku bingung banget, pengayaan udah mau mulai, gimana aku harus cari. Pas aku balik ke kelas, ternyata gurunya belum masuk, untunglah, aku puter otak. Aku coba cari Pak Ahmad, penjaga sekolah yang sering minta pom-pom (rokok) ke aku, eh dy pergi. Aku akhirnya cuma mondar mandir di depan kelas. Dan temen2 deket aku gag ada yang nanya.
Tiba-tiba aja temen cowo aku, datengin aku, dy tanya apa aku mau bayarin duit bensin, aku sih mau2 aja. Gag aku sangka, ternyata dy minjem motornya Pak Leo, yang punya warung yang sering dipake anak2 nongkrong. Mana dy perginya harus ngehindarin Satpam lagi. Gag lama setelah dy pergi, guru pengayaan, Miss Yanti dateng. Mampus aku, kesian kalo temen aku ketauan. Kita akhirnya masuk kelas, untungnya tas temen aku itu ditinggal.
Lama banged, temen aku baru dateng, dy ngaku ke guru kalo dy baru dari WC. Sambil pasang muka orang diare. Untung guru aku baek n memperbolehkan dy masuk.

Well, Pals,
mungkin ini sepele, tapi aku bener2 memaknai sikap dy. Mana temen2 aku yang katanya sahabat??!! Non Sense. Sekarang aku agak jaga jarak sama mereka. Aku gag mau dimanfaatin. Buat Vicktor Vernandes, thanks banged. Kamu udah nunjukin apa itu temen tanpa harus banyak berkata-kata.